Untuk pertama kalinya dalam sejarah di kabupaten madiun 1.400 pendekar dari 14 perguruan mengadakan kegitaan bersama, madiun di kenal sebagai kota pesilat karena banyaknya padepokan silat serta pusat dari beberapa perguruan yang ada di indonesia.

Dengan adanya festival ini diharapkan image yang menyeramkan, melalui parade 1400 pendekar ini menunjukkan bahwa pesilat bisa menjadi sebuah budaya yang dapat dikembangkan menarik wisatawan untuk melihat pagelaran pencak silat seni serta parade 1.400 pesilat yang ada di madiun

Para pesilat yang menghadiri pendopo kabupaten madiun, ronggo djumeno yang berjumlah kurang lebih 1.400.
Bupati madiun ahmad dawami ragil saputro mengatakan, parade pendekar merupakan upaya untuk mewujudkan kabupaten madiun sebagai kampung pesilat.
“Kami ingin wujudkan Kabupaten Madiun sebagai Kampung Pesilat. Ini merupakan bagian dari pendidikan bahwa perbedaan tidak harus menimbulkan perpecahan atau yang lainnya. Jangka pendeknya seperti itu, jangka panjangnya ada banyak sekali,” kata Bupati

Di acara ini juga ada peresmian Kab Madiun sebagai kampung silat yang dihadiri oleh perwakilan-perwakilan perguruan silat, Walikota Madiun, Kapolres Madiun, Bupati Ngawi, Perwakilan IPSI, Perwakilan Kemenpora. Pertemuan pembukaan kampung silat Madiun yang diadakan tanggal 28 oktober juga diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda, dan sebagai perjuangan para pemuda dapat menjadi inpirasi para pesilat Madiun.

Semoga perbedaan antar perguruan pesilat dapat memahami arti dari perjuangan para pemuda sebagai suatu perbedaan menjadi satu, memahami suatu perbedaan menjunjung tinggi perbedaan yg terjadi saling menjaga keamanan. Dan dengan diselenggarakan acara ini menjadi awal yg baik dalam perjuangan para pesilat dan semoga tidak terjadi adu domba antar para para perguruan dan para pemuda. semoga para perguruan silat di Madiun dapat mendidik para murid nya untuk saling menjaga perbedaan, saling menghargai dan menjaga Madiun sebagai kampung pesilat.